Demokrasi itu bisa diwujudkan dalam proses adanya hak yang sama bagi siapa saja untuk mengemukakan pendapat. Demonstrasi itu sendiri bisa dibilang salah satu wujud dari demokratisasi, dimana orang boleh mendemonstrasikan (menunjukkan perasaan / tuntutan) selama itu tidak mengganggu orang lain.
Yang jadi masalah, bila demonstrasi berkembang menjadi tindakan anarkis, memaksakan kehendaknya sendiri supaya dituruti. Nah ini mah malah bukan demokrasi namanya.
Pinjem istilah orde baru, demokrasi yang baik adalah adanya komunikasi yang ideal, sehingga semua hal bisa dicari penyelesaiian lewat jalan tengah yang damai.
Segala sesuatu ada cara/aturannya...
mengekspresikan pendapat, demonstrasi menentang kebijakan pemerintah dan lain sebagainya boleh-boleh saja dilakukan selama memakai aturan...
kita sudah tahu bahwa manusia memiliki hak asasi, termasuk hak-hak lainnya, seperti hak untuk berekspresi / menyatakan pendapat, namun kita juga patut menyadari bahwa hak-hak kita dibatasi oleh hak-hak orang lain...
kita boleh berekpresi A selama A itu tidak mengganggu atau menyerang orang lain, karena orang lain juga punya hak kan?
Jadi, kesimpulannya kalaw mahasiswa mau mengekspresikan pendapatnya, itu OK-OK SAJA selama mereka tidak mengganggu orang/komunitas lain...
kalo sampai karena aksi demo mereka berubah menjadi aksi anarkis (bawa golok/senjata tajam, ngatai2an orang2/polisi), mengganggu ketertiban/ketentraman umum (bakar ban di jalan raya, menutup jalan sehingga lalu lintas menjadi macet), maka aksi mereka tidak dapat dibenarkan karena sudah mengganggu orang lain...
untuk pelanggaran, aksi anarkis atau pun mengganggu ketertiban umum, Indonesia sudah punya pasal2 yg mengaturnya...
seharusnya polisi bisa menindaknya...
dan ini berlaku umum, jangan sampai hanya karena simbol "mahasiswa" atau simbol yg memakai atribut keagamaan membuat polisi menjadi segan untuk menindak segala bentuk pelanggaran...
saya juga mahasiswa, dan saya juga prihatin dengan kondisi bangsa yg memang memprihatinkan, sebut saja budaya korupsi yg masih mengakar di mana2...
idealisme saya sebagai anak muda dan mahasiswa membuat saya memiliki keinginan untuk mengubah Indonesia menjadi negara yg lebih baik...
namun saya tidak memakai cara demonstrasi karena saya anggap kurang efektif...
lebih baik, saya belajar dengan baik, lulus, dan mulai memberdayakan diri saya di masyarakat dan mengubah tatanan dari dalam...
Jika saya bisa mencapai posisi yg tinggi/penting dalam pemerintahan, maka saya akan bisa mengubah Indonesia dengan lebih pasti...
memberantas korupsi akan lebih mudah dari dalam daripada dari luar... tentunya jika kita berani menentang arus... sebagai contoh, saya prihatin dengan kondisi anggota2 DPR yg menerima suap, daripada kita demo karena kasus tersebut, lebih baik kita mempersiapkan diri agar kita dapat menjadi anggota DPR... setelah kita berada di sana, kalau ada yang mau menyuap, yaa ga usah kita terima... simple kan !!!!!
Jumat, 14 Oktober 2011
Defini DBase
Database atau basis data merupakan bagian sangat penting dalam sebuah proses pengolahan data. Secara definisi, basis data adalah koleksi data yang saling berhubungan dan memiliki arti dan terorganisasi secara rapi. Data tersebut harus dapat diakses dengan urutan yang berbeda-beda secara logis dengan cara yang relative mudah.
Suatu system basis data terdiri dari empat komponen yaitu data, yang secara fisik menyimpan informasi-informasi. Database management system (dbms) yaitu software yang mengelola basis data, data description language (DDL) dan Data Manipulation languages (DML) yaitu basis data yang berfungsi untuk mendeskripsikan data ke database management system (DBMS) dan juga member fasilitas untuk perubahan, pemeliharaan, dan pengelolaan basis data, dan program aplikasi yang memudahkan pengguna akhir untuk menggunakan data dan mendapatkannya sebagai informasi yang sesuai. Sampai saat initerdapat lima perspektif desain basis data yang utama yang mempresentasikan suatu evolusi dari pemikiran desain. Kelima desain tersebut adalah system berorientasi file (file oriented), system berdasarkan hierarki, system berbasis jaringan, system relasional, dan system berorientasi objek (object oriented)
Suatu system basis data terdiri dari empat komponen yaitu data, yang secara fisik menyimpan informasi-informasi. Database management system (dbms) yaitu software yang mengelola basis data, data description language (DDL) dan Data Manipulation languages (DML) yaitu basis data yang berfungsi untuk mendeskripsikan data ke database management system (DBMS) dan juga member fasilitas untuk perubahan, pemeliharaan, dan pengelolaan basis data, dan program aplikasi yang memudahkan pengguna akhir untuk menggunakan data dan mendapatkannya sebagai informasi yang sesuai. Sampai saat initerdapat lima perspektif desain basis data yang utama yang mempresentasikan suatu evolusi dari pemikiran desain. Kelima desain tersebut adalah system berorientasi file (file oriented), system berdasarkan hierarki, system berbasis jaringan, system relasional, dan system berorientasi objek (object oriented)
Contoh membuat model data warehouse
Sebelum mulai membuat data model untuk data warehouse, sebaiknya spesifikasi kebutuhan informasi dan data yang tersedia (sumber data) sudah harus diketahui.
Untuk contoh dalam tulisan ini, kita sederhanakan spesifikasi kebutuhan informasi dan sumber data yaitu hanya spesifikasi kebutuhan fungsional. Tentu saja dalam kenyataan sesungguhnya akan lebih lengkap dan detil. Kita tidak membahas informasi teknis, misalnya spesifikasi kecepatan respons dan penggunaan teknologi internet (web access). Juga tentang sumber data, kita tidak membahas spesifikasi teknis, misalnya format dan ukuran data (field type & length), volume, dan kualitasnya.
Spesifikasi kebutuhan fungsional informasi secara teknis menyatakan data apa yang harus disimpan didalam data warehouse untuk memenuhi analisa yang akan dilakukan oleh pemakai. Ini dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang harus dapat dijawab oleh data didalam data warehouse, misalnya untuk contoh kita sebagai berikut:
Berapa besar penjualan dan laba per bulan, per produk, per tipe pelanggan/pembeli (grosir, pabrikan, industri rumah, atau exportir), jenis industri (dari pelanggan/pembeli), dan kemana barang pesanan dikirim (propinsi atau nama negera)
Pertanyaan pemakai semacam diatas biasa disebut analisa multi-dimensi (multidimensional analysis). Besaran (measure) yang ditanyakan (dianalisa) adalah ‘penjualan’ dan ‘laba’. Batasan (dimension) dari besaran tersebut adalah bulan (period), produk, tipe pelanggan, jenis industri, dan tujuan pengiriman (location).
Selain harus memenuhi spesifikasi fungsional dari pemakai, data model untuk data warehouse yang kita buat (rancang) nantinya harus menampung data dari sumber, yang biasanya adalah data didalam sistem operasional, misalnya dalam contoh kita adalah sistem pesanan (sales order system).
Data model (logical) dari sumber data ini tergambar sebagai berikut. Diagram data model ini dibuat dengan menggunakan Oracle Designer (salah satu modeling software yang populer) Catatan:
Attribute yang bertanda # didepan namanya adalah Primary key.
Foreign key tidak ditunjukkan dalam diagram.
Pemikiran (pada waktu menganalisa dan merancang) dalam pembuatan data model ini adalah:
•Hanya mencakup data yang dibutuhkan, yang lain tidak akan dimasukkan kedalam data warehouse kita (misalnya pajak penjualan, ongkos kirim, cara kirim, alamat pelanggan) untuk menghemat tempat simpan (disk storage space) dan mempercepat query response. Data-data yang tidak dimasukkan ini, bisa ikut diextract dari sumbernya, disimpan ditempat terpisah (seperti misalnya offline storage) untuk memudahkan penambahannya pada saatnya harus ditambahkan kedalam data warehouse kita.
•Tiga dimensi dibuat umum (common dimension), dengan demikian dimensi-dimensi ini dapat dimanfaatkan untuk analisa lain (mendatang)
1. Waktu - untuk memenuhi spesifikasi “per bulan”, yang akan dihubungkan dengan data “tanggal pesan”. Table ini akan diisi semua bulan dan sekian tahun (harus diputuskan berapa tahun, karena tabel ini kecil volumenya, misalnya diisi untuk 50 tahun pada awal implementasi data warehouse)
2. Jenis industri – untuk memenuhi spesifikasi “jenis industri”, yang akan dihubungkan dengan data “industri pelanggan”; diisi lengkap (lihat butir berikut tentang NAICS)
3. Lokasi – untuk memenuhi spesifikasi “propinsi/negara pemakai”, yang akan dihubungkan dengan bagian data “alamat kirim’, dengan kata lain didalam proses memasukkan data dari sumber kedalam warehouse harus mencari dan menentukan propinsi atau negara didalam/dari data alamat kirim.
Untuk contoh dalam tulisan ini, kita sederhanakan spesifikasi kebutuhan informasi dan sumber data yaitu hanya spesifikasi kebutuhan fungsional. Tentu saja dalam kenyataan sesungguhnya akan lebih lengkap dan detil. Kita tidak membahas informasi teknis, misalnya spesifikasi kecepatan respons dan penggunaan teknologi internet (web access). Juga tentang sumber data, kita tidak membahas spesifikasi teknis, misalnya format dan ukuran data (field type & length), volume, dan kualitasnya.
Spesifikasi kebutuhan fungsional informasi secara teknis menyatakan data apa yang harus disimpan didalam data warehouse untuk memenuhi analisa yang akan dilakukan oleh pemakai. Ini dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang harus dapat dijawab oleh data didalam data warehouse, misalnya untuk contoh kita sebagai berikut:
Berapa besar penjualan dan laba per bulan, per produk, per tipe pelanggan/pembeli (grosir, pabrikan, industri rumah, atau exportir), jenis industri (dari pelanggan/pembeli), dan kemana barang pesanan dikirim (propinsi atau nama negera)
Pertanyaan pemakai semacam diatas biasa disebut analisa multi-dimensi (multidimensional analysis). Besaran (measure) yang ditanyakan (dianalisa) adalah ‘penjualan’ dan ‘laba’. Batasan (dimension) dari besaran tersebut adalah bulan (period), produk, tipe pelanggan, jenis industri, dan tujuan pengiriman (location).
Selain harus memenuhi spesifikasi fungsional dari pemakai, data model untuk data warehouse yang kita buat (rancang) nantinya harus menampung data dari sumber, yang biasanya adalah data didalam sistem operasional, misalnya dalam contoh kita adalah sistem pesanan (sales order system).
Data model (logical) dari sumber data ini tergambar sebagai berikut. Diagram data model ini dibuat dengan menggunakan Oracle Designer (salah satu modeling software yang populer) Catatan:
Attribute yang bertanda # didepan namanya adalah Primary key.
Foreign key tidak ditunjukkan dalam diagram.
Pemikiran (pada waktu menganalisa dan merancang) dalam pembuatan data model ini adalah:
•Hanya mencakup data yang dibutuhkan, yang lain tidak akan dimasukkan kedalam data warehouse kita (misalnya pajak penjualan, ongkos kirim, cara kirim, alamat pelanggan) untuk menghemat tempat simpan (disk storage space) dan mempercepat query response. Data-data yang tidak dimasukkan ini, bisa ikut diextract dari sumbernya, disimpan ditempat terpisah (seperti misalnya offline storage) untuk memudahkan penambahannya pada saatnya harus ditambahkan kedalam data warehouse kita.
•Tiga dimensi dibuat umum (common dimension), dengan demikian dimensi-dimensi ini dapat dimanfaatkan untuk analisa lain (mendatang)
1. Waktu - untuk memenuhi spesifikasi “per bulan”, yang akan dihubungkan dengan data “tanggal pesan”. Table ini akan diisi semua bulan dan sekian tahun (harus diputuskan berapa tahun, karena tabel ini kecil volumenya, misalnya diisi untuk 50 tahun pada awal implementasi data warehouse)
2. Jenis industri – untuk memenuhi spesifikasi “jenis industri”, yang akan dihubungkan dengan data “industri pelanggan”; diisi lengkap (lihat butir berikut tentang NAICS)
3. Lokasi – untuk memenuhi spesifikasi “propinsi/negara pemakai”, yang akan dihubungkan dengan bagian data “alamat kirim’, dengan kata lain didalam proses memasukkan data dari sumber kedalam warehouse harus mencari dan menentukan propinsi atau negara didalam/dari data alamat kirim.
Kamis, 13 Oktober 2011
Tawuran
Para pelajar tawuran, justru akan dianggap negatif oleh masyarakat. Untuk apa sich kita sebagai pelajar tapi suka tawuran? Kehidupan kita masih jauh untuk kedepan, kalau dari sini saja sudah susah, maka selanjutnya juga pasti akan susah. Takut rasanya kalau melihat para pelajar tawuran, banyak sekali kerugian yang akan kita dapat, bukan hanya dari sisi materi, tapi dari tanggapan para orang-orang juga bakalan lebih buruk lagi. Dan apakah Kamu tahu apa artinya itu? Para pelajar tawuran hanya akan dianggap sebagai manusia tak berkualitas dan tidak mempunyai moral.
Saya tidak mengerti apa maksud sebenarnya dari mereka-mereka yang jadi pelajar tawuran, tapi sebagai generasi muda saya ingin mengajak untuk bisa menjadi orang yang lebih berkualitas dan bisa menunjukkan kamampuan kita. Kalau kehidupan ini kita isi dengan menjadi pelajar tawuran, tentu saja semakin lama kehidupan ini akan semakin buruk.
Suatu kehidupan yang dipenuhi dengan kekerasan, akan sangat mempengaruhi mentalitas setiap orang. Rasa cemas dan khawatir pasti akan selalu datang menghampiri di setiap aktifitas kita.
Pendapat saya tentang tawuran itu tidak baik karena Tauran antar pelajar sekarang ini hanya ingin mengadu otot, aduh kekuatan... siapa yang kuat dia yang bekuasa, dialah yang paling di takuti....
padahal hal kayak gitu ga ada gunanya.. ini bukan zamannya aduh otot, tapi aduh otak... dan ada salah satu contoh lagi yang menyebabkan tawuran adalah PELAJARAN BUDI PEKERTI yang sudah dihapus dari pendidikan kurikulum SD. Yang biasa tawuran murid SMU vs STM, at SMU vs SMU at STM vs STM.
Karena dari mulai sekolah SD tidak ada pelajaran tersebut sehingga mereka tanpa disadari tumbuh prilaku yang negative. Pengaruh film barat (film sadis berantem /action berutal) yang memacu tabiat atau perilaku saudara-saudara kita yang masih muda. Memang dalam usia 12 th - 19 th mereka mencari indentitas diri.
Mungkin pelajaran agama yang didapat kurang mengena dalam kehidupan sehari-hari. Solusinya, sebaiknya ditambah dari kecil pelajaran extra kurikuler seperti pengajian setiap sore (bagi yang Islam), sekolah minggu (bagi yang Kristen) biasakan sebelum makan berdoa, sebagai kepala keluarga harus memberikan contoh yang baik. Hindari kehidupan pelajar tawuran, jadilah pelajar yang berkualitas yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Jika Anda bisa berbuat baik kepada orang lain, maka orang lain juga akan berbuat baik kepada Anda. Selain itu hindari cara hidup yang dipenuhi kekerasan, lebih baik saling mencoba untuk memahami, maka kehidupan sosial akan terasa nyaman.
Kamis, 06 Oktober 2011
ILmu sosial Dasar
Ilmu Sosial Dasar
DEFINISI INDIVIDU
- Kalo menurut saya individu itu adalah manusia yang terdiri dari darah, daging dan tulang juga jiwa.
Kalo menurut ilmu sosial, individu adalah bagian terkecil dari sekelompok manusia sebagai suatu makhluk sosial (saling membutuhkan)
DEFINISI PEMUDA
Pemuda adalah suatu individu, yang bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Pemuda menghadapi masa perubahan sosial maupun kultural.
Dalam kosakata bahasa Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan generasi muda. Seringkali terminologi pemuda, generasi muda, memiliki definisi beragam. Definisi tentang pemuda di atas lebih pada definisi teknis berdasarkan kategori usia sedangkan definisi lainnya lebih fleksibel. Dimana generasi muda adalah mereka yang memiliki semangat pembaharu dan progresif.
MAHASISWA SEBAGAI WARGA NEGARA
1. Mahasiswa sebagai warga Negara harus paham hukum pidana.
2. Negara menjamin hak-hak warga Negara sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.3. Negara organisasi terbesar pada suatu bangsa berpengaruh terhadap warganya warga Negara. Dituntut untuk patuh, berdisiplin, berpartisipasi dalam hidup bernegara.
PERANAN DAN FUNGSI MAHASISWA DALAM ERA REFORMASI
Mahasiswa selalu menjadi bagian dari perjalanan sebuah bangsa. Roda sejarah demokrasi selalu menyertakan mahasiswa sebagai pelopor, penggerak, bahkan sebagai pengambil keputusan. Hal tersebut tela h terjadi di berbagai negara di dunia, baik di Timur maupun di Barat.
Pemikiran kritis, demokratis, dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Suara-suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan mengangkat realita sosial yang terjadi di masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa, dengan cara mereka sendiri.
Dalam hal ini, secara umum mahasiswa menyandang tiga fungsi strategis, yaitu :
1. sebagai penyampai kebenaran
2. sebagai agen perubahan
3. sebagai generasi penerus masa depan
Mahasiswa dituntut untuk berperan lebih, tidak hanya bertanggung jawab sebagai kaum akademis, tetapi diluar itu wajib memikirkan dan mengembang tujuan bangsa. Dalam hal ini keterpaduan nilai-nilai moralitas dan intelektualitas sangat diperlukan demi berjalannya peran mahasiswa dalam dunia kampusnya untuk dapat menciptakan sebuah kondisi kehidupan kampusyang harmonis serta juga kehidupan diluar kampus.
Peran dan fungsi mahasiswa dapat ditunjukkan :
• Secara santun tanpa mengurangi esensi dan agenda yang diperjuangkan.
• Semangat mengawal dan mengawasi jalannya reformasi, harus tetap tertanam dalam jiwa setiap mahasiswa.
• Sikap kritis harus tetap ada dalam diri mahasiswa, sebagai agen pengendali untuk mencegah berbagai penyelewengan yang terjadi terhadap perubahan yang telah mereka perjuangkan.
Dengan begitu, mahasiswa tetap menebarkan bau harum keadilan sosial dan solidaritas kerakyatan
Empat faktor pendorong bagi peningkatan peranan mahasiswa dalam kehidupan politik.
1. mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, struktur perekonomian dan prestise dalam masyarakat dengan sendirinya merupakan elit di dalam kalangan angkatan muda.
2. sebagai kelompok masyarakat yang paling lama menduduki bangku sekolah, sampai di universitas mahasiswa telah mengalami proses sosialisasi politik yang terpanjang diantara angkatan muda.3. kehidupan kampus membentuk gaya hidup yang unik di kalangan mahasiswa. Di Universitas, mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, suku, bahasa dan agama terjalin dalam kegiatan kampus sehari-hari.
4. sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mahasiswa mempunyai horison yang luas diantara masyarakat.
Pada saat generasi yang memimpin bangsa ini sudah mulai berguguran pada saat itulah kita yang akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan bangsa ini. Namun apabila hari ini ternyata kita tidak berusaha mambangun diri kita sendiri apakah mungkin kita kan membangun bangsa ini suatu saat nanti?
Jawabannya ada pada diri anda masing-masing .
Kemampuan yang harus dimiliki seorang mahasiswa.
1. Soft skill (Kemampuan Kepribadian)
a. Soft Skill atau kemampuan kepribadian adalah salah satu faktor untuk sukses pada pendidikan yang ditempuh dan juga penentu untuk masa depan seseorang dalam menjalani hidupnya, Karena soft skill hampir 80 % menentukan keberhasilan seseorang.
b. Kemampuan soft skill yang perlu dimiliki seorang mahasiswa.
• Manajemen waktu, dan Kepemimpinan (leadership)
• Tingkat kepercayaan yang tinggi (self confidence)
• Selera humor yang tinggi (sense of humor)
• Memiliki keyakinan dalam agama (spiritual capital)
2. Hard Skill (Kemampuan Intelektual)
Kemampuan intelektual hanya mendukung 20 % dari pencapaian prestasi dan keberhasilan seseorang
Jika kemampuan soft skill ini kita punyai, maka kita akan menjadi orang yang baik di masa depan, sebab saat ini yang terjadi banyak orang yang penting tapi sedikit yang baik.
DEFINISI KELUARGA
Keluarga adalah unit satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Sehingga keluarga itu terbagi menjadi 2, yaitu:
1. Keluarga Kecil
Keluarga inti adalah unit keluarga yang terdiri dari suami, isteri, dan anak-anak mereka; yang kadang-kadang disebut juga sebagai “conjugal”-family.
2. Keluarga Besar
Keluarga besar didasarkan pada hubungan darah dari sejumlah besar orang, yang meliputi orang tua, anak, kakek-nenek, paman, bibi, kemenekan, dan seterusnya. Unit keluarga ini sering disebut sebagai ‘conguine family’ (berdasarkan pertalian darah).
DEFINISI MASYARAKAT
Masyarakat adalah ’kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.
pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia :
1. Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
3. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
4. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.
DEFINISI KEBUDAYAAN
Dari berbagai definisi , dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat
Pada masa 1990 s/d 2000 an demonstrasi masih marak di berbagai tempat. Pada masa itu mahasiswa dan pemuda menyebutkan dirinya sebagai Gerakan Moral. Sedangkan pada mahasiswa yang lain gerakan mahasiswa menyebutkan dirinya sebagai gerakan Politik.
Mahasiswa menjadi pecah dan terkadang pragmatis. Tidak menjadi rahasia umum lagi mahasiswa dibayar untuk berdemonstrasi.
Sebelum terlalu jauh meneropong peranan mahasiswa di luar kampus– walaupun klise– sebaiknya kita mesti ingat bahwa tugas utama mahasiswa dan pemuda adalah belajar di sekolah/kampus.
Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain.
Paradigma pasar mengubah cara berpikir dan persepsi masyarakat. Dominasi kapitalisme memutarbalikkan hubungan antara masyarakat (sosial) dan Pasar (ekonomi) (Polanyi, 1957).
Pada awal beroperasinya kapitalisme, pasar merupakan bagian dari masyarakat. Operasionaliasi norma-norma pasar berakar dan dibatasi norma sosial, kultural, dan politik. Masyarakat merupakan pemegang kunci dalam hubungan sosial dan ekconomi. Tapi ketika kapitalisme mendominasi, keberadaan pasar telah berbalik 180 derajat, masyarakatlah yang menjadi bagian dari pasar. kehidupan sehari-hari pun direduksi menjadi bisnis dan pasar.
Dampak langsung yang bisa dirasakan semenjak kenaikan BBM tahun 2005 antara lain terjadi inflasi, daya beli masyarakat menurun, kesehatan masyarakat menurun (kekurangan gizi), angka anak putus sekolah, angka kematian anak, pengangguran dan kemiskinan meningkat, sehingga munculnya kerentanan sosial.
Keadaan di atas dapat mengakibatkan kemungkinan terjadinya generasi yang hilang (the lost generation) ungkapan yang telah nyaris menjadi klise, jika persoalan anak dan orang muda tidak dapat diatasi dengan baik khususnya di sektor Gizi dan kesehatan serta pendidikan, maka kita akan kehilangan sebuah generasi. Kehilangan generasi mempunyai implikasi yang luas mereka mungkin tidak akan mampu menyisakan pendapatannya untuk memperbaiki kesejahteraanya sendiri hingga lingkaran setan pun terjadi karena Gizi yang rendah, prestasi sekolah yang pas-pasan, kemungkinan anak akan drop- out dan harus mempertahan kan hidup dan pengangguran.
Secara tak sadar namun perlahan tapi pasti, para generasi muda dihinggapi dengan idiologi baru dan perilaku umum yang mendidik mereka menjadi bermental instan dan bermental bos. Pemuda menjadi malas bekerja dan malas mengatasi kesulitan, hambatan dan proses pembelajaran tidak diutamakan sehingga etos kerja jadi lemah.
Peran pemuda yang seperti ini adalah peran sebagai konsumen saja, pemuda dan mahasiswa berperan sebagai “penikmat” bukan yang berkontemplasi (pencipta karya). Dapat ditambahkan disini persoalan “NARKOBA” yang dominan terjadi di kalangan generasi muda yang memunculkan kehancuran besar bagi bangsa Indonesia.
Sudah lebih dari 60 tahun bangsa Indonesia merdeka, sistem pendidikan telah dibaharui agar mampu menjawab berbagai perubahan diseputaran kehidupan umat manusia. Tetapi selesai kuliah barisan penganggur berderet-deret. Para penganggur dan setengah penganggur yang tinggi merupakan pemborosan-pemborosan sumber daya, mereka menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan yang dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal dan penghambat pembangunan dalam jangka panjang.
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda
Rangkaian kebijaksanaan pokok dalam pembangunan di bidang pendidikan dan pembinaan generasi muda dalam Repelita II mencakup sejumlah kegiatan lanjutan, perluasan dan peningkatan berbagai usaha selama Repelita I. Hal ini dilaksanakan dalam rangka pemecahan keseluruhan masalah yang mendesak secara lebih mendasar. Masalah-masalah di bidang pendidikan dan pembinaan generasi muda antara lain menyangkut perluasan dan pemerataan kesempatan belajar, peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan, keserasian (relevansi) pendidikan dengan kebutuhan pembangunan, tepat guna dan hasil guna pengelolaan sistim pendidikan, peningkatan dan perluasan pendidikan luar sekolah, pembinaan generasi muda pada umumnya, pembinaan olah raga, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan pendidikan dan pembinaan generasi muda. Berbagai masalah tersebut berkaitan satu sama lain sehingga keseluruhan kebijaksanaan dalam mengatasinya secara lebih mendasar dengan sendirinya merupakan suatu kebulatan pula.
Langkah-langkah kebijaksanaan yang digariskan dalam Repelita II telah mengarahkan penyusunan program-program utama untuk mencapai sasaran-sasaran pokok di bidang pembangunan pendidikan dan pembinaan generasi muda melalui pelaksanaan rencana tahunan. Garis-garis kebijaksanaan terse-but antara lain adalah sebagai berikut:
Perluasan dan pemerataan kesempatan belajar
Usaha perluasan dan pemerataan kesempatan belajar sebagai pencerminan dari azas keadilan sosial ditujukan terutama pada Sekolah Dasar, yaitu dengan membangun gedung-gedung SD baru yang dapat menjamin perluasan daya tampung SD untuk 85% dari seluruh anak umur 7 — 12 tahun yang pada akhir Repelita II diperkirakan berjumlah 23,0 juta. Sehubungan dengan ini, perhatian khusus diberikan pula pada penyediaan guru guru SD yang bermutu dalam jumlah yang memadai sesuai dengan perluasan kesempatan belajar pada SD.
Demikian pula kesempatan belajar pada sekolah lanjutan pertama bagi lulusan SD akan diperbesar dengan sekaligus memperhitungkan kenaikan proporsi lulusan SD yang ingin melanjutkan pelajaran ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada tingkat sekolah lanjutan atas, khususnya daya tampung Sekolah Pendidikan Guru (SPG) akan ditingkatkan sesuai dengan kebijaksanaan perluasan pendidikan dasar yang memerlukan guru tambahan. Dalam pada itu kapasitas Sekolah Teknik Menengah (STM) dan sekolah-sekolah kejuruan lainnya akan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan terhadap tenaga trampil dan bermutu. Selanjutnya, pada tingkat pendidikan tinggi, perluasan kesempatan studi akan lebih diarahkan kepada bidang-bidang studi tertentu yang selama ini relatif belum mencukupi.
Dalam pada itu, kebijaksanaan pemerataan kesempatan belajar ditunjang pula oleh kebijaksanaan pengadaan berbagai jenis beasiswa di semua jenis dan tingkat pendidikan, terutama untuk para pelajar dan mahasiswa yang berbakat atau mampu berprestasi namun keadaan sosial ekonominya relatif lemah.
Masalah-masalah generasi muda
a) Dirasa menurunya jiwa idealisme, patriorisme dan nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk generasi muda
b) Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
c) Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan faslitas pendidikan yang tersedia, baik secara formal atauoun non formal.
d) Kurangnya lapangan kerja/kesempatan kerja, serta tingginya angka pengangguran atau setengah penganggurandi generasi muda.
e) Kurangnya giz, yang dapat menyebabkan hambata bagi pertumbuhan atau perkembangan badan di generasi muda.
f) Perkawinan di bawah umur
g) Pergaulan bebas
h) Meningkkatnya kenakalan remaja (narkoba)
i) Belum adanya peraturan UU yang menyangkut generasi muda.
Potensi-potensi generasi muda
a) Idealisme dan daya kritis
b) Dinamika dan kreatifitas
c) Keberanian mengambil resiko
d) Optimis dan kegairahan semangat
e) Sikap kemandirian dan disiplin murni
f) Terdidik
g) Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
h) Patriotisme dan nasionalisme
i) Sikap kesatria
j) Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi
Pengembangan potensi generasi muda
a) Melalui pendidikan, melalui pertambangan ataupun perindustrian yang sesuai dengan potensi miliknya, agar generasi muda itu dapat atau bisa mendapatkan secara memuaskan sesuai dengan keahliannya.
b) Disamping itu pengembangannya harus sesuai dengan aturan yang berlaku, hal itu dimaksudkan agar tidak menimbulkan hal2 yang tidak diinginkan.
Minggu, 22 Mei 2011
Kebudayaan Khas Indonesia
Berasal dari kata ‘tabut’, dari bahasa Arab yang berarti mengarak, upacara Tabuik merupakan sebuah tradisi masyarakat di pantai barat, Sumatera Barat, yang diselenggarakan secara turun menurun. Upacara ini digelar di hari Asura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, dalam kalender Islam.
Konon, Tabuik dibawa oleh penganut Syiah dari timur tengah ke Pariaman, sebagai peringatan perang Karbala. Upacara ini juga sebagai simbol dan bentuk ekspresi rasa duka yang mendalam dan rasa hormat umat Islam di Pariaman terhadap cucu Nabi Muhammad SAW itu. Karena kemeriahan dan keunikan dalam setiap pagelarannya, Pemda setempat pun kemudian memasukkan upacara Tabuik dalam agenda wisata Sumatera Barat dan digelar setiap tahun.
Dua minggu menjelang pelaksanaan upacara Tabuik, warga Pariaman sudah sibuk melakukan berbagai persiapan. Mereka membuat serta aneka penganan, kue-kue khas dan Tabuik. Dalam masa ini, ada pula warga yang menjalankan ritual khusus, yakni puasa.
Konon, Tabuik dibawa oleh penganut Syiah dari timur tengah ke Pariaman, sebagai peringatan perang Karbala. Upacara ini juga sebagai simbol dan bentuk ekspresi rasa duka yang mendalam dan rasa hormat umat Islam di Pariaman terhadap cucu Nabi Muhammad SAW itu. Karena kemeriahan dan keunikan dalam setiap pagelarannya, Pemda setempat pun kemudian memasukkan upacara Tabuik dalam agenda wisata Sumatera Barat dan digelar setiap tahun.
Dua minggu menjelang pelaksanaan upacara Tabuik, warga Pariaman sudah sibuk melakukan berbagai persiapan. Mereka membuat serta aneka penganan, kue-kue khas dan Tabuik. Dalam masa ini, ada pula warga yang menjalankan ritual khusus, yakni puasa.
Atraksi yang sangat berbahaya yang biasa kita kenal dengan sebutan Debus, Konon kesenian bela diri debus berasal dari daerah al Madad. Semakin lama seni bela diri ini makin berkembang dan tumbuh besar disemua kalangan masyarakat banten sebagai seni hiburan untuk masyarakat. Inti pertunjukan masih sangat kental gerakan silat atau beladiri dan penggunaan senjata. Kesenian debus banten ini banyak menggunakan dan memfokuskan di kekebalan seseorang pemain terhadap serangan benda tajam, dan semacam senjata tajam ini disebut dengan debus.
Kesenian ini tumbuh dan berkembang sejak ratusan tahun yang lalu, bersamaan dengan berkembangnya agama islam di Banten. Pada awalna kesenian ini mempunyai fungsi sebagai penyebaran agama, namun pada masa penjajahan belanda dan pada saat pemerintahan Sultan Agung Tirtayasa. Seni beladiri ini digunakan untuk membangkitkan semangat pejuang dan rakyat banten melawan penjajahan yang dilakukan belanda. Karena pada saat itu kekuatan sangat tidak berimbang, belanda yang mempunyai senjata yang sangat lengkap dan canggih. Terus mendesak pejuang dan rakyat banten, satu satunya senjata yang mereka punya tidak lain adalah warisan leluhur yaitu seni beladiri debus.
Karapan sapi Masyarakat Madura Jawa Timur
Karapan sapi yang merupakan perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Madura Jawa Timur, Dalam even karapan sapi para penonton tidak hanya disuguhi adu cepat sapi dan ketangkasan para jokinya, tetapi sebelum memulai para pemilik biasanya melakukan ritual arak-arakan sapi disekelilingi pacuan disertai alat musik seronen perpaduan alat music khas Madura sehingga membuat acara ini menjadi semakin meriah.
Panjang rute lintasan karapan sapi tersebut antara 180 sampai dengan 200 meter, yang dapat ditempuh dalam waktu 14 sd 18 detik. Tentu sangat cepat kecepatan sapi – sapi tersebut, selain kelihaian joki terkadang bamboo yang digunakan untuk menginjak sang joki melayang diudara karena cepatnya kecepatan sapi sapi tersebut. Untuk memperoleh dan menambah kecepatan laju sapi tersebut sang joki, pangkal ekor sapi dipasangi sabuk yang terdapat penuh paku yang tajam dan sang joki melecutkan cambuknya yang juga diberi duri tajam kearah bokong sapi. Tentu saja luka ini akan membuat sapi berlari lebih kencang, tetapi juga menimbulkan luka disekitar pantat sapi. Jarak pemenang terkadang selisih sangat tipis, bahkan tidak jarang hanya berjarak 1 sd 2 detik saja. Karapan Sapi dimadura merupakan pagelaran yang sangat unik, selain sudah diwarisi secara turun menurun tradisi ini juga terjaga sampai sekarang. Even ini dijadikan sebagai even pariwisata di Indonesia, dan tidak hanya turis local dari mancanegara pun banyak yang menyaksikan karapan sapi ini.
Pada Usia 9 Th Anak-anak Sudah Bisa Terkena Penyakit Jantung.
Scania, Swedia, Siapa bilang penyakit
jantung penyakit orang dewasa? Tim dokter di Swedia menemukan, anak bisa terkena penyakit jantung sejak usia 9 tahun.
Anak-anak yang berisiko terkena penyakit jantung ini bukan hanya yang berbadan gemuk karena obesitas tapi juga yang berbadan kurus.
Meski tidak gemuk, anak yang sehari-hari kerjanya hanya menonton TV dan jarang beraktivitas fisik bisa sakit jantung sejak umur 9 tahun.
Risiko anak yang terkena penyakit
jantung ini karena kurangnya aktivitas fisik pada anak. Akibatnya konsumsi oksigen maksimum oleh tubuh tidak terpenuhi. Efek lanjutannya jika konsumsi oksigen sedikit bisa mempengaruhi berbagai fungsi organ.
Anak yang rajin beraktivitas fisik rata-rata mengonsumsi oksigen sebanyak 41,7 mL/menit/kg berat badan. Sementara anak yang jarang bergerak hanya mampu mengonsumsi 35,7 41,7 mL/menit/kg berat badan. Perbedaan ini mempengaruhi fungsi organ secara keseluruhan termasuk ritme jantung.
Penelitian terbaru ini dilakukan di Skane University Hospital, Swedia. Penelitian yang dipimpin oleh Dr Tina Tahna dan dipublikasikan di jurnal Acta Paediatrica ini melibatkan 123 anak laki-laki dan 100 anak peremuan beruusia antara 9 hingga 10 tahun.
Selain diukur indeks massa tubuhnya, anak-anak tersebut juga diamati aktivitas fisiknya dengan memasang berbagai peralatan termasuk Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam ritme jantung. Selain itu, peneliti juga memasang accelerometer untuk mengukur aktivitas fisik para partisipan.
Hasil selama 4 hari berturut-turut menemukan pengaruh kurangnya olahraga terhadap risiko sakit jantung tetap tinggi meski anak-anak tersebut tidak bertubuh gemuk.
Selain dilihat dari konsumsi oksigen, hasil tes darah juga menunjukkan bahwa kurang olahraga menyebabkan komposisi darahnya tidak sehat.
"Studi ini menunjukkan hubungan klinis antara kurangnya aktivitas fisik dengan faktor risiko sakit jantung yang meningkat hingga 11 persen," ungkap Dr Tahna seperti dikutip dari Sciencedaily, Jumat (13/5/2011).
Penelitian ini juga mengungkap, penambahan aktivitas selama 20 menit tiap hari sudah memberi pengaruh cukup signifikan dalam mengurnagi risiko sakit jantung. Namun sebagian besar pakar kesehatan menyarankan, anak-anak harus melakukan aktivitas fisik sedikitnya 60 menit sehari.
jantung penyakit orang dewasa? Tim dokter di Swedia menemukan, anak bisa terkena penyakit jantung sejak usia 9 tahun.
Anak-anak yang berisiko terkena penyakit jantung ini bukan hanya yang berbadan gemuk karena obesitas tapi juga yang berbadan kurus.
Meski tidak gemuk, anak yang sehari-hari kerjanya hanya menonton TV dan jarang beraktivitas fisik bisa sakit jantung sejak umur 9 tahun.
Risiko anak yang terkena penyakit
jantung ini karena kurangnya aktivitas fisik pada anak. Akibatnya konsumsi oksigen maksimum oleh tubuh tidak terpenuhi. Efek lanjutannya jika konsumsi oksigen sedikit bisa mempengaruhi berbagai fungsi organ.
Anak yang rajin beraktivitas fisik rata-rata mengonsumsi oksigen sebanyak 41,7 mL/menit/kg berat badan. Sementara anak yang jarang bergerak hanya mampu mengonsumsi 35,7 41,7 mL/menit/kg berat badan. Perbedaan ini mempengaruhi fungsi organ secara keseluruhan termasuk ritme jantung.
Penelitian terbaru ini dilakukan di Skane University Hospital, Swedia. Penelitian yang dipimpin oleh Dr Tina Tahna dan dipublikasikan di jurnal Acta Paediatrica ini melibatkan 123 anak laki-laki dan 100 anak peremuan beruusia antara 9 hingga 10 tahun.
Selain diukur indeks massa tubuhnya, anak-anak tersebut juga diamati aktivitas fisiknya dengan memasang berbagai peralatan termasuk Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam ritme jantung. Selain itu, peneliti juga memasang accelerometer untuk mengukur aktivitas fisik para partisipan.
Hasil selama 4 hari berturut-turut menemukan pengaruh kurangnya olahraga terhadap risiko sakit jantung tetap tinggi meski anak-anak tersebut tidak bertubuh gemuk.
Selain dilihat dari konsumsi oksigen, hasil tes darah juga menunjukkan bahwa kurang olahraga menyebabkan komposisi darahnya tidak sehat.
"Studi ini menunjukkan hubungan klinis antara kurangnya aktivitas fisik dengan faktor risiko sakit jantung yang meningkat hingga 11 persen," ungkap Dr Tahna seperti dikutip dari Sciencedaily, Jumat (13/5/2011).
Penelitian ini juga mengungkap, penambahan aktivitas selama 20 menit tiap hari sudah memberi pengaruh cukup signifikan dalam mengurnagi risiko sakit jantung. Namun sebagian besar pakar kesehatan menyarankan, anak-anak harus melakukan aktivitas fisik sedikitnya 60 menit sehari.
Langganan:
Postingan (Atom)


